Questions About ‘Feelings’

AsFarAs - Here are my thoughts before I go to sleep. Well, I can’t sleep, though. That is why these thoughtful yet unanswered questions come up in my mind. You can freely change the ‘him’ into ‘her’ or ‘he’ into ‘she’ if you have spare time to read it and question yourself.
Questions About ‘Feelings’


So the basic question is: When you said you love someone, what exactly do you feel?

1. Will you cry when he cries? Or maybe you just feel sad about it and tell something to please him?

2. Will you laugh when he laughs? Or maybe you just smile?

3. Do you listen every single word he tells you? Or maybe you just hear him talking and you’re trying to figure out what should you tell next?

4. Do you really care about his concerns?

5. Will you change your habit just because of him?

6. Are you worried about him when he’s out of your reach?

7. Do you miss him every time and what you wish to do is just with him every single moment?

8. More specifically: do you miss his lips when he’s smiling, his eyes when he’s staring at you, his arms when he’s holding you, his everything? Do you ever wish you are with him right now?

9. Have you ever wished you will always be with him? No one can split you, not even God, u think.

10. Are you unconsciously smiling when you’re thinking of him?

11. Are you hoping that every time your phone’s ringing it’s him who is calling or texting?

12. Have you ever wished that you are the one he’s looking for when he has a trouble or even just when he needs someone to talk to?

13. Are you really considering his thoughts, his feelings, and everything?

14. Are you trying to make him comfortable with you for being you?

15. Have you ever hold to show your sadness or disappointment of something and pretended to be as happy as you can just to make him smile because he has been through something bad today?

16. Do you think that you’re a Dynamic Duo? You’re meant to be together? You’re a best couple you can be.

17. Do you tell him everything even if it will make him upset?

18. Is it him who is the first person who come up in your mind every time you’re sad or when you’re happy? He’s the one who you want to share your feelings with.

19. Have you ever imagined that he’s your ‘the one’ and wished that he will be your last?

20. Have you ever felt that you can get through every storm in life if you are with him? Nothing can separate you, not even your family, your religion, your race, or everything.

21. Will you still be with him whatever happens with him, even if he’s not handsome anymore, not funny anymore, not cute anymore, he becomes a grumpy man, he’s broke, he’s sick?

22. Is he your best friend whom you can go wild and crazy together, your best partner whom you can share everything, your big brother whom you can depend on, your father who is your role model, even your little brother whom you can pamper.

Well, I don’t need the answer. You can answer it by yourself. There are no good and bad answers. There are no rights and wrongs.I can’t analyse your feeling either. But the most important thing to ask is: who is ‘he’ or ‘she’ are you thinking of when you’re reading this post? And I appreciate if you may tell me who the person is. 

Gaji Tinggi Atau Kenyamanan Kerja?

Gaji Besar Atau Kenyamanan Kerja?


Gaji Tinggi Atau Kenyamanan Kerja? - Dalam dunia kerja, banyak karyawan yang bingung memilih antara gaji besar atau kenyamanan kerja. Pasalnya, kedua hal tersebut sama-sama pentingnya. Sementara hampir-hampir sulit menemukan tempat kerja yang menawarkan keduanya bagi seorang karyawan. Sebab kalau di sebuah tempat kerja cukup nyaman, kadang gajinya kecil. Atau sebaliknya, gajinya besar tapi kenyamanan di tempat kerja tersebut sangat minim.

Saya sendiri sebagai seorang karyawan sangat mengerti apa yang Anda juga rasakan. Bimbang, galau, bingung, dalam memilih tempat kerja manakah yang paling cocok untuk kita. Sebuah perusahaan besar yang menawarkan gaji besar, atau perusahaan lainnya yang tidak terlalu besar tapi lebih mengedepankan kenyamanan kerja ketimbang gaji.

Jika disuruh berfikir secara spontan, pasti semua manusia lebih memilih tempat kerja yang bergaji besar dibanding yang gajinya kecil; meskipun di tempat tersebut bisa dibilang kurang nyaman. Semua tau lah ya, yang namanya uang pasti sangat menggiurkan dan dapat memikat manusia untuk berlomba-lomba meraihnya.

Namun, ketika kita harus berfikir cerdas dan lebih teliti lagi, maka bisa jadi kita akan menimbang-nimbang kedua pilihan tersebut sehingga ada kemungkinan bagi kita untuk memilih tempat kerja yang lebih nyaman dibanding yang bergaji besar tapi kurang nyaman.

Saya sendiri sebelumnya pernah dua kali bekerja di dua tempat yang berbeda. Dan dari kedua tempat tersebut semuanya bisa dibilang gajinya amat sangat minim. Bisa dibilang, gajinya hanya cukup untuk membayar kos yang paling murah, dan tentunya makan pun harus sangat menghemat supaya cukup.

Namun nyatanya, saya mampu bertahan kurang lebih 4 tahun di salah satunya. Dan faktanya lagi, saya lebih memilih kenyamanan kerja ketimbang gaji yang besar tapi kerja tidak nyaman. Ya, lagi-lagi meskipun gajinya tidak seberapa. Dan Anda perlu tahu, saya pun keluar dari kedua tempat kerja tersebut bukan karena soal gaji yang naik turun atau kecil. Namun karena hilangnya kenyamanan kerja di tempat kerja saya tersebut.

Sekarang kita bahas dulu tempat kerja yang gajinya kecil


Sebenarnya yang dimaksud gaji kecil di sini bisa berarti banyak... Bisa jadi gaji yang dimaksud kecil tersebut lantaran lebih rendah dibanding gaji di tempat kerja lainnya, sehingga kita menganggap gaji di kantor kita kecil. Atau, gaji yang sebenarnya setara dengan tempat kerja lainnya, hanya saja terlalu kecil dan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari rumah tangga kita.

Kalau gaji Kecil, haruskah keluar dari tempat kerja Kita?


Nah, sebenarnya soal gaji kecil ini bisa kita teliti dulu bagi kantong kita sendiri.. Cukup tidak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kita. Kalau cukup dan di tempat kerja tersebut sangat nyaman, kita tidak perlu keluar dan mencari pekerjaan lain kan? Namun kalau tidak cukup, apa boleh buat? Tujuan utama bekerja kan untuk mencari rizki buat menafkahi diri dan keluarga kita. Kalau tidak cukup berarti kita harus mencari pekerjaan lainnya yang lebih layak meskipun harus mempertaruhkan kenyamanan kerja.

Tidak ada salahnya mencoba. Karena berdasarkan pengalaman, di tempat saya sebelumnya ada banyak sekali karyawan yang keluar karena soal gaji yang minim. Setelah keluar, mereka pun mendapatkan pekerjaan yang Alhamdulillah jauh lebih baik dalam soal gaji...

Sekarang kalau Di tempat Kerja Kurang Nyaman, Haruskah kita Resign?


Banyak faktor yang membuat tempat kerja tidak nyaman. Bisa jadi akibat adanya perselisihan antara sesama karyawan, (seperti: persaingan kerja, fitnah, tidak baku cocok dll) Bisa jadi juga akibat bos yang kurang baik, atau terlalu banyak tekanan di tempat kerja tersebut.

Sekali lagi, bahwa faktor kenyamanan dalam kerja itu amat sangat penting. Gaji besar tapi kerja kurang nyaman ya sama saja mencoba memaksa diri sendiri untuk memakan daging lezat tapi kita tidak menyukainya. Oleh karena itu, kita kembalikan lagi kepada diri kita sendiri. Ketidaknyamanannya masih bisa kita tahan tidak? Kita masih bisa bersabar tidak? Kalau masih bisa bersabar, ya lebih baik kita bersabar dulu. Jangan sampai setelah kita keluar malah mendapatkan tempat kerja yang kurang nyaman, dan gajinya tidak cukup lagi.

Namun jika kita sudah tidak sabar lagi, keluar adalah jalan yang lebih baik untuk membebaskan diri kita sendiri dari pembudakan. Kita kerja memang untuk mencari uang. Namun, bukan berarti kita harus menelan pil pahit setiap hari akibat ketidaknyamanan kerja. Pagi, siang, sore, kalau tidak nyaman kan bagai kerja di neraka. Banyak faktor ketidaknyamanan kerja yang membuat kita merasa bahwa kita sedang bekerja di jaman penjajahan.

Belum lagi soal kerugian yang kita dapatkan. Difitnah, dicaci maki, makan ati, ngedongkol dengan sesama karyawan, dan banyak lagi lainnya yang membuat kita bisa saja sakit-sakitan. Kalau begitu, siapa yang rugi kalau bukan diri kita sendiri? Nah, oleh karena itu, kita perlu membuat alasan berhenti kerja yang baik dan mengajukannya di tempat kerja kita guna menyelesaikan masalah ini.

Berdasarkan pengalaman, Alhamdulillah setelah saya keluar dari tempat kerja sebelumya yang tidak nyaman plus gajinya kecil itu, saya merasa lebih sehat. Kemudian, sekarang saya mendapatkan tempat kerja yang lebih nyaman, dan tentunya gajinya bisa dibilang dua kali lipat dari sebelumnya. Ini adalah bukti, bahwa pasti ada jalan bersama sebuah kesulitan..

Sobatku, masihkah Anda bingung memilih gaji besar atau kenyamanan kerja? Putuskan sekarang, dan coba dulu di tempat kerja yang baru. Toh kalau tidak cocok kan bisa keluar dan mencari pekerjaan lagi. Jangan takut mencari kerja, sebab rejeki itu sudah diatur Oleh sang Maha Kuasa.. :)

Kesimpulannya, saya sendiri lebih memilih tempat kerja yang nyaman, asal gajinya cukup ketimbang gaji yang besar dari sebuah perusahaan, tapi di tempat kerja tersebut tidak nyaman.


SUMBER : CARACIRI.com 

Renungan Jiwa Sebagai Motivasi Diri

Renungan Jiwa Sebagai Motivasi Diri


Renungan Jiwa Sebagai Motivasi Diri - Terkadang setiap orang menganggap bahwa kamu lebih egois daripadanya saat ada perselisihan. Tapi ingatlah, orang mau berkata apapun tentang dirimu itu kan hanya penilaian di luar dirimu saja. Yang bisa mengerti dan memahami hanya dirimu saja. Saat ada seseorang berkata buruk tentang dirimu katakan pada hati mu "Ini hidup ku" karena yang menciptakan kenyamanan hanya pada dirimu saja.

Banyak panggung sandiwara yang harus kamu lewati bukan hanya berada di dalam lingkungan sekolah maupun di kampus. Dimanapun kamu berada pasti ada saja topeng yang menyamar kebaikan supaya kamu percaya dan yakin bahwa perkataan orang itu benar tapi ingatlah kamu harus berhati-hati "kenali mana musuhmu". Setelah mengenali musuhmu maka tersisalah sahabatmu dimana merekalah yang ada di sisimu ketika kamu dalam keadaan susah maupun senang.

Sahabat yang baik hatinya pasti tau tentang keadaanmu, dia akan memberikan arahan hidup yang baik padamu. Terkadang memang ada masalah yang membuat persahabatan kalian renggang itu karena ada perselisihan yang sewaktu-waktu datang dalam kehidupan (seperti BOM yang meledak).

Cara supaya tidak membuat buruk keadaan persahabatan kalian lebih baik menghindarinya untuk bertemu sementara waktu. Biarkanlah waktu yang menjawab maksud dari dirimu menghindari sahabatmu. Jika waktu tak memberikan harapan baik tentang persahabatan kalian anggap saja ini cobaan yang harus kalian lewati tanpa bersama sahabat mu lagi. "Sebenarnya kita terlahir sendiri-sendiri, jadi kita tak bisa bersandar terus menerus kepada orang lain."

Dengar kata hatimu, mulai perbaiki dirimu menjadi yang terbaik untuk Maha Pencipta kita. Berserahlah kepadaNya dan memohon arah hidup karena tanpaNya kita tak bisa melewati cobaan. Jadilah dirimu jika itu benar, lakukanlah kebebasaan yang bertanggung jawab untuk dirimu kelak. Jika menurutmu, perbuatanmu salah (sudah tidak sesuai jalurnya) lihat ke depan jangan menoleh kebelakang karena masa lalu akan berlalu jika kamu menjadikan dirimu berharga "esok akan lebih baik".

Tanamkan di dalam hatimu, aku akan menjadi manusia yang bermanfaat buat orang lain. Tempat saat kamu susah untuk berpikir dan ingin menangis, kamu harus berbalik kepada TUHAN dan keluarga mu dari pada Membayangkan kekasih yang menghapus spekulasi perihal kesendirian.

Nasehat Jack Ma Untuk Anak Muda Tentang Bagaimana Menjadi Pengusaha Sukses

Nasehat Jack Ma


Motivasi Kehidupan
- Jack Ma, pendidiri e-commerce terbesar di dunia, Alibaba.com, adalah salah satu dari 20 orang terkaya di dunia dan merupakan orang terkaya di China. Selain menjadi salah satu orang dalam daftar orang terkaya di dunia, Jack Ma juga merupakan salah satu orang yang terunik dalam perjalanan hidupnya. Dia memiliki banyak pengalaman ditolak dimana-mana oleh berbagai organisasi besar. Dia juga memiliki mimpi besar yang selalu menyala meskipun penuh kegagalan di tahun-tahun pertamanya menjadi seorang pengusaha. Memiliki ambisi yang besar. Memiliki kemauan belajar yang sangat kuat. Dan tentu saja memiliki gagasan unik. Bagaimanapun juga pada akhirnya dia berhasil menjadi salah satu pengusaha kelas dunia dan masuk dalam jajaran orang-orang terkaya dunia.

Berikut adalah kompilasi dari beberapa nasehat Jack Ma saat berbagi pengalaman kepada orang-orang muda di China tentang bagaimana menjadi pengusaha sukses berdasarkan pengalaman dalam hidupnya sendiri. Nasehat Jack Ma

#1. Sebelum berusia 20 tahun, jadilah pelajar yang baik.  

#2. Sebelum berusia 30 tahun, berguru dan ikuti seorang bos yang baik dengan bekerja di perusahaan kecil. Biasanya perusahaan besar adalah tempat yang baik untuk belajar tentang proses. Di perusahaan besar kita adalah bagian dari suatu mesin yang besar. Tetapi bila kita bekerja di perusahaan kecil kita belajar tentang 'passion', kita belajar tentang mimpi yang besar, kita belajar untuk melakukan banyak hal dalam satu waktu. Jadi sebelum berusia 30 tahun, jangan mencari perusahaan tetapi carilah bos yang hebat untuk berguru. Ini sangat penting. Bos yang hebat akan mengajarkan kepada kita banyak hal dengan cara yang berbeda. 
Pada usia 25 tahun? Buatlah berbagai macam kesalahan, jangan khawatir. Jatuh? Bangun lagi! Jatuh lagi? Bangun lagi! Nikmati saja! Nikmati pertunjukannya! Nikmati perjalanan (hidup). Apapun kesalahan kita itu adalah "sumber pendapatan" yang hebat. Nasehat Jack Ma

#3. Usia antara 30-40 tahun, kita harus mulai berpikir secara vertikal dan bekerja untuk diri kita sendiri bila kita ingin menjadi seorang pengusaha.

#4. Usia antara 40-50 tahun, kita harus melakukan semua hal yang menjadi bidang keahlian kita dan passion kita. Jangan mencoba pekerjaan baru, karena sudah terlambat. Kita mungkin saja sukses, tetapi tingkat kegagalannya terlalu besar. Jadi, usia antara 40-50 adalah saatnya untuk fokus pada hal yang menjadi keahlian kita. Nasehat Jack Ma

#5. Usia antara 50-60 tahun, pekerjakanlah orang-orang muda. Karena orang-orang muda bekerja lebih baik dibanding kita. Jadi, percayakan pada mereka, berinvestasilah pada mereka, pastikan mereka semua bekerja denganbaik.

#6. Usia di atas 60 tahun, habiskanlah waktu untuk diri sendiri, pergi ke pantai, mandi matahari.. Nasehat Jack Ma